KEUJRUEN BLANG DAN PEMBERDAYAAN PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR IRIGASI (Suatu Penelitian Aspek Sosiobudaya)
DOI :
Date : 10 March 2014
Keujruen Blang merupakan perangkat adat dalam masyarakat Aceh yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengatur, mendampingi dan membina petani sawah termasuk perkumpulan petani pemakai air irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisisÃÂâÂÂÃÂàpersepsi petani sawah (perkumpulan pemakai airÃÂâÂÂÃÂàirigasi)ÃÂâÂÂÃÂàterhadap kehadiran Irigasi teknis, (2)ÃÂâÂÂÃÂàmenganalisis persepsi masyarakat tani terhadap keberadaanÃÂâÂÂÃÂàperkumpulan petani pemakai air (P3A) sebagai wadah pengelolaan air irigasi di petak tersier, (3) menganalisis persepsi masyarakat tani terhadap peranÃÂâÂÂÃÂàKeujruen Blang sebagai pengelola air pada masa yang lalu (sebelum ada irigasi teknis), (4) menemukanÃÂâÂÂÃÂànilai sosial budaya yang dapat menghambat dan mendorongÃÂâÂÂÃÂàperan keujruen blang dalam memberdayakan pengelolaan air irigasi dan petani, dan (5) menemukan komitmen institusi desa (gampong) dan kemukiman terhadap peran keujruen blang dalam pemberdayaan petani pemakai air (petani sawah). Penelitian kualitatif ini dipusatkan pada tiga Kabupaten yang memiliki jaringan irigasi teknis, yaitu Kabupaten Pidie, Aceh Tenggara, dan Aceh Barat Daya. Untuk menentukan responden digunakan teknik sampel bertujuan (purposive). Data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam ini dianalisis secara logis dan komparatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan irigasi teknis danÃÂâÂÂÃÂàKeujruen Blang, baik dalam tatanan nilai budaya Aceh maupun dalam tataran kebijakan pemerintah yang diintegrasikan ke dalam P3A dinilai positif oleh sebagian besar masyarakat tani dalam mengoptimalkan kegiatan pertanian sawah. Peran keujruen blang dinilai cukup dominan dalam memberdayakan petani, karena ia melakukan tugas-tugas sepertiÃÂâÂÂÃÂàmengkoordinasikan kegiatan gotong-royong pembersihan saluran (limeuh lueng),ÃÂâÂÂÃÂàmengkoordinasikan ÃÂâÂÂÃÂàpenelusuran saluran sampai dengan sumber air,ÃÂâÂÂÃÂàmembagi air sampai ke petak-petak sawah warga, membantu geuchik mengkoodinasikan kegiatan khanduri, dan menyelesaikan permasalahan yang muncul antar anggota masayarakat yang berkenaan denganÃÂâÂÂÃÂàsengketa pembagian air dan tanah pertanian di sawah. ÃÂâÂÂÃÂàKata kunci : keujruen blang dan petani pemakai air irigasi.