Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Ulat Hongkong (Tenebrio molitor) (Studi Kasus Usaha Budidaya Ulat Hongkong di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar)

Publication Name : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

DOI :

Date : 1 February 2020


Ulat hongkong memiliki manfaat sebagai suplemen untuk pakan hewan peliharaan. Bapak DN merupakan pencetus pertama usaha budidaya ulat hongkong di Desa Lampupok Indrapuri, Aceh Besar. Harga jual ulat hongkong Bapak DN kepada penjual pakan ternak seharga Rp 100.000/Kg dan dijual kembali seharga Rp 140.000/kg serta mampu mencapai Rp 170.000/Kg bila tiba musim sayembara burung kicau. Harga jual ulat yang tinggi serta umur usaha yang masih baru membuat peneliti tertarik untuk menganalisis kelayakan usaha ini. Tujuan penelitian ini untuk melihat kelayakan usaha budidaya ulat hongkong berdasarkan aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis, serta aspek finansial. Metode yang digunakan aspek pasar pemasaran yaitu analisis least square, aspek teknis dengan analisis deskriptif dan aspek finansial dengan melibatkan analisis tanpa diskonto dan berdiskonto berupa kriteria investasi yaitu NPV, Net B/C, IRR, BEP dan analisis sensitifitas. Hasil penelitian dari aspek pasar dan pemasaran, permintaan ulat hongkong terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada aspek teknis lokasi usaha, strategi operasional, rencana kapasitas usaha serta penetapan lokasi menunjukkan usaha ini layak diusahakan. Pada aspek finansial yang melibatkan analisis kelayakan tanpa diskonto didapatkan BEP waktu 6 tahun 9 bulan, BEP produksi didapatkan sebesar 3.415 Kg dan BEP harga didapatkan sebesar Rp 60.630. Sedangkan kriteria analisis kelayakan berdiskonto didapatkan NPV sebesar Rp 113.699.859, Net B/C sebesar 4,46, dan IRR sebesar 49%. Pada analisis sensitivitas asumsi I, didapatkan nilai NPV sebesar Rp 89.735.541, Net B/C sebesar 3,73, IRR sebesar 40%, BEP waktu 7 tahun 5 bulan, BEP produksi didapatkan sebesar 3.757 Kg dan BEP harga didapatkan sebesar Rp 66.693, maka usaha budidaya ulat hongkong pada asumsi I layak diusahakan. Pada asumsi II, didapatkan bahwa nilai NPV sebesar Rp 75.087.555, Net B/C sebesar 3,29, IRR sebesar 35%, BEP waktu 7 tahun 7 bulan, BEP produksi didapatkan sebesar 3.415 Kg dan BEP harga didapatkan sebesar Rp 60.630. Maka usaha ulat hongkong pada asumsi II layak diusahakan.

Author Order
2 of 3
Year
2020
Source
Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Page
108-120