Klasifikasi Visual on Screen Citra Satelit untuk Penggunaan Lahan (Studi Kasus: Kota Lhokseumawe)

Publication Name : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

DOI : DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.9933

Date : 7 March 2020


Abstrak.  Perencanaan dan penataan kembali penggunaan lahan diperlukan dengan pertumbuhan penduduk yang cepat. Penggunaan lahan yang bersifat dinamis serta pertumbuhan jumlah penduduk mendorong untuk dilakukannya perencanaan dan pemantauan pemanfaatan ruang di suatu lokasi daerah yang berdekatan dengan kota. Hal tersebut sangat mempengaruhi tingkat kepadatan penduduk dan perubahan penggunaan lahan yang terjadi. Adapun tujuan penelitian adalah untuk memetakan penggunaan lahan di Kota Lhokseumawe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survey. Hasil kajian menunjukkan penggunaan lahan yang terbesar yaitu RTH (Ruang Terbuka Hijau) dengan luas 5.613,92 ha (38,64%) dan penggunaan lahan yang paling kecil yaitu PPI (Pangkalan Penampungan Ikan) dengan luas 3,23 ha (0,02%) dari luas keseluruhan wilayah.(Visual Classification on Screen Satellite Imagery for Land Use (Study Case: Lhokseumawe City)Abstract. Planning and realignment of land use is needed with rapid population growth, dynamic land use and population growth encourage planning and monitoring of spatial use in a location near the city. This greatly affects the level of population density and land use changes that occur. The research objective is to map the land use in Lhokseumawe City. The method used in this research is descriptive method with survey techniques. The results of the study show the largest land use namely green space with an area of 5,613.92 ha (38.64%) and the smallest land use namely fish shelter base with an area 3,23 ha (0,02%) of the total area.

Author Order
3 of 3
Year
2019
Source
Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Page
677-681