Analisis Kelayakan Finansial Pada Budidaya Jamur Tiram (Pleorutus treatus) Melalui Pemanfaatan Instalasi Kabut di Desa Limpok Aceh Besar
DOI :
Date : 1 August 2019
Jamur tiram atau kulat dalam bahasa aceh merupakan jamur yang dapat dikonsumsi biasa tumbuh pada batang kayu yang telah lapuk. Jamur secara potensial dapat dibudidayakanÃÂ karena kebutuhan konsumsi terus meningkat sedangkan persediaan di alam terbatas. Saat ini, tren dan inovasi budidaya jamur semakin berkembang, salah satunya dengan menggunakan teknologi instalasi kabut.Teknologi ini berfungsi untuk mengontrol kelembaban kumbung yang efektif dan efisien bagi pertumbuhan dan perkembangan jamur.Makalah ini bertujuan menganalisis aspek kelayakan finansial budidaya jamur tiram dengan menggunakan teknologi tersebut.Tingkat suku bunga sebagai landasan dalam penentuan diskon faktor adalah 7 % per tahun berdasarkan KUR suku bunga pada bank yang diasumsikan konstan hingga periode proyek bisnis berakhir.Metode analisis dengan menggunakan model kriteria investasi dengan menggunakan umur ekonomis usaha selama 10 tahun.Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha budidaya jamur tiram dengan teknologi instalasi kabut secara finansial layak untuk dijalankan.ÃÂ Perhitungan besaran hasil penerimaan usaha diperoleh nilai net present value sebesar Rp. 80.316.851, rasio net benefit per cost adalah 3,9, nilai internal rate of return adalah 56%, nilai-nilai break event point terhadap produksi dan harga masing-masing adalah 7.320 Kg dan Rp. 28.153, dengan masa pengembalian biaya investasi adalah 1 tahun 6 bulan.ÃÂ Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa bisnis budidaya jamur tiram dengan instalasi kabut tetap layak untuk dijalankan apabila terjadi perubahan peningkatan biaya produksi sebesar 10 persen namun nilai produksi tetap, dan apabila terjadi penurunan produksi sebesar 10 persen namun biaya produksi tetap.Financial Feasibility Analysis on Oyster Mushroom Cultivation (Pleorutus treatus) Through Utilization of Fog Installations in Limpok Aceh Besar VillageÃÂ