Penerapan Life Cycle Assessment Pada Industri Minyak Nilam Di Kabupaten Aceh Jaya
DOI :
Date : 6 March 2020
Penelitian ini berfokus pada mengevaluasi dan membandingkan dampak lingkungan serta nilai ekonomi yang disebabkan dari kegiatan produksi minyak nilam pada industri minyak nilam modern dan tradisional. Dampak lingkungan dan ekonomi telah dievaluasi melalui penggunaan gabungan dua model. Yang pertama adalah model Life Cycle Assessment (LCA), yang dikembangkan dengan menggunakan perangkat lunak Simapro 8.0 dan berdasarkan pada Eco-indicator 99. Yang kedua adalah model Eco-effisiency dengan diaktualkan berdasarkan model World Business Council For Sustainable Development (WBCSD). Model telah diterapkan untuk memperkirakan dampak lingkungan dari skenario berikut: (i) Human Health, (ii) Ecosystem Quality, (iii) Resources serta (iv) efisiensi limbah dan penggunaan energi. Evaluasi dampak lingkungan pada industri minyak nilam modern dan tradisional menunjukkan hasil penggunaan kayu sebagai bahan bakar merupakan komponen yang paling merusak lingkungan dengan nilai 53,2% dan 48,3% dari total dampak kerusakan yang ditimbulkan pada masing-masing industri. Selain itu, Industri minyak nilam modern telah diketahui lebih eko-efisien secara lingkungan dan ekonomi dibandingkan industri minyak nilam tradisional dengan nilai 2,77 E+03 (kg/pt).