MAKIAN DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT BERBAHASA IBU BAHASA ACEH DI KABUPATEN ACEH SELATAN
DOI :
Date : 8 May 2014
Penelitian Makian dalam Kehidupan Masyarakat Berbahasa Ibu Bahasa Aceh di Kabupaten Aceh SelatanÃÂàmenggunakan metode deskriptif Pengumpulan data dilakukan dengan teknik rekam dan teknik catat.ÃÂàData diolah denganÃÂàteknik analisis kualitatifÃÂàdengan langkah seleksi data, klasifikasi data,ÃÂàanalisis data, dan membuat simpulan. Hasil penelitian menunjukkanÃÂàÃÂàbahwa makian yang ditemukan dalam bahasa ini pada umumnya berupa kata tabu,ÃÂàkeji, kasar,ÃÂàdan kotor yang sebaiknya tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dari segi bentuk, makian dalam bahasa ini terdiri atas kata dasar, frasa, dan klausa. Dilihat dari sudut pandang referensi, makian dalam bahasa ini memiliki referensi yang meliputi: binatang, makhluk halus, benda-benda,bagian tubuh, kekerabatan,ÃÂàprofesi,ÃÂàkeadaan, dan aktivitas. Makian yang mengacu pada referen aktivitas yang ditemukan dalam penelitian ini tidak ada yang merujuk pada kata-kata keji dan kotor, hanya menggunakan kata-kata yang bernilai rasa kasar. Selain itu, dalam penelitian ini juga tidak ditemukan makian yang mengacu padaÃÂàleumo ââ¬ÃÂlembuâ≢.ÃÂàBerdasarkan fungsi, pemakaian kata makian digunakanÃÂàuntuk menngungkapkan kemarahan, kekesalan, kebencian, kesedihan, kegembiraan, dan keakraban.ÃÂàÃÂàÃÂàÃÂÃÂ