HISTO-CYTOLOGICA; CHANGES ACCOMPANIED BY THE FAILURE OF EMBRYOGENESIS UNDER HIGH TEMPERATURE CONDITIOM IN SNAP BEAN (Phaseolus vulgaris)

Publication Name : Jurnal Agrista
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

DOI :

Date : 3 November 2020


Dibawah kondisi temperature normal, sel telur telah terjasi pembelahan pada 1 DAA (day after anthesis) sehingga lebih dari dua embrio terdapat didalam embryo sac. Sel embrio ini dikelilingi oleh coenocytic endosperm dengan sederet sel nuclear diobservasi pad adaerah micropil. Sejumlah butiran pati menjadi lebih daripada 10 cel yang panjangnya mencapai 200 µm. Pada tahap perkembangan ini, embrio dapat dibedakan sebagai suspwnsor dan embryo proper. Embrio diobservasi berbentuk bulat pada 3 samapai 4 DAA. Dalam kondisi temperatur tinggi tidak didapatkan perubahan struktural yang khusus samapai 1 DAA. Volume ovul berkurang dibandingkan dengan control pada 2 DAA. Selain dari pada itu, sel telur yang takterbuahi dengan integument yang abnormal diobservasi pada 2 dan 3 DAA. Embrio yang kurang berkembang diobservasi baik pada cv. Haibushi maupun cv. Wonder fibawah kondisi temperature tinggi.

Author Order
1 of 3
Year
2003
Source
Vol 7, No 3 (2003): Volume 7 Nomor 3 Desember 2003
Page
273-281