THEOLOGI FUNDAMENTALISME

Publication Name : TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

DOI : DOI: 10.24014/trs.v6i2.903

Date : 5 October 2014


Berbicara mengenai istilah fundamentalisme, banyak sarjana yang mengakui bahwa penggunaan istilah “fundamentalisme” itu problematik dan tidak tepat. Istilah ini seperti dikatakan William Montgomery Watt, pada dasarnya merupakan suatu istilah Inggris kuno kalangan protestan yang secara khusus diterapkan kepada orang-orang yang berpandangan bahwa al-kitab harus diterima dan ditafsirkan secara rafiah. Istilah sepadan adalah integrism yang merujuk kepada kecenderungan senada tetapi tidak dalam pengertian yang sama pada kaum Katolik Romawi. Kaum fundamentalis sunni menerima Al-Qur’an, sekalipun di dalam beberapa kasus dengan syarat-syarat tertentu. Kaum Syi’ah Iran, dalam pengertian umum bahwa para fundamentalis tidak terikat pada penafsiran Al-Qur’an. Montgomery Watt, menjelaskan bahwa kelompok fundamentalis Islam merupakan kelompok muslim yang sepenuhnya menerima pandangan dunia tradisional serta kehendak mempertahankan secara utuh. Sesungguhnya fundamentalisme Islam merupakan salah satu fenomena yang baru dalam percaturan politik dunia. Barat sesungguhnya telah mengalami kegagalan dalam menata politik dunia, karena itu mereka berupaya mengganti tatanan dunia baru berdasarkan interpristasi politik Islam menurut pemikiran mereka, namun selama ini, hal tersebut hanya sebatas wacana atau retorika semata

Author Order
1 of 1
Year
2014
Source
Vol 6, No 2 (2014): Juli - Desember
Page
153-161