The Principal Management in Implementing Islamic School Culture at SMAN Unggul Tunas Bangsa, Southwest Aceh
DOI :
Date : 28 September 2021
Abstract: The purpose of this research is to understand the plan, implementation, supervision and evaluationin implementing Islamic school culture. This research uses descriptive method with qualitative approach. Data collection were conducted through interviews,observations, and documentation studies. The subjects of this research are principal, religion teacher, homeroom teacher of grade X, XI, XII, and president of student council as student representative. The results of this research shows islamic school cultural planning is planned in school meetings, special programs concerning religious events, clean Friday group schedules, homeroom notes, making rewards and punishments. Implementation by providing motivation to students, support, commitment and cooperation in school equipment so that it can be implemented properly. Supervision is carried out jointly such as the existence of representatives of principals who help, teachers, homeroom teachers and this supervision is carried out every day. The results of the evaluation carried out showed that there was a development of studentsâ awareness in carrying out Islamic culture in schools, and also that there were still violating students who had not fully implemented this Islamic school culture.Keywords: principal management, culture, islamic school.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, supervisi dan evaluasi dalam penerapan budaya madrasah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru agama, wali kelas X, XI, XII, dan ketua OSIS sebagai perwakilan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan perencanaan budaya madrasah direncanakan dalam pertemuan sekolah, program khusus tentang acara keagamaan, jadwal kelompok Jumat bersih, catatan wali kelas, membuat hadiah dan hukuman. Pelaksanaannya dengan memberikan motivasi kepada siswa, dukungan, komitmen dan kerjasama dalam peralatan sekolah sehingga dapat dilaksanakan dengan baik. Pengawasan dilakukan secara bersama-sama seperti adanya wakil kepala sekolah yang membantu, guru, wali kelas dan pengawasan ini dilakukan setiap hari. Hasil evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa ada perkembangan kesadaran siswa dalam menjalankan budaya Islam di sekolah, dan juga masih ada siswa yang melanggar yang belum sepenuhnya menerapkan budaya sekolah Islam ini.Kata kunci: menejemen kepala sekolah, budaya, sekolah islam.àDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v11.i2.202126