Evaluasi Fungsi Ekologis Ruang Terbuka Hijau Taman Pusat Kota Banda Aceh (Studi Kasus Taman Bustanussalatin dan Blang Padang)
DOI :
Date : 26 October 2021
PeningkatanÃÂ pertumbuhanÃÂ penduduk dan pembangunan fisik diÃÂ kota Banda AcehÃÂ telahÃÂ menyebabkan berbagaiÃÂ persoalanÃÂ sepertiÃÂ berkurangnyaÃÂ ruangÃÂ terbukaÃÂ hijauÃÂ (RTH) kota. Hal ini juga diikuti dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor danÃÂ peningkatan polusi udara. DenganÃÂ adanya peningkatan fungsi ekologis RTH ÃÂ perkotaan,ÃÂ diharapkanÃÂ dapatÃÂ mengatasi pencemaran dan meningkatkanÃÂ kualitas lingkungan kota .ÃÂ UntukÃÂ mengetahuiÃÂ kontribusiÃÂ positif RTH dalamÃÂ memenuhiÃÂ fungsiÃÂ ekologisnya,ÃÂ maka dilakukan penilaianÃÂ fungsiÃÂ ekologisÃÂ RTH pada Taman Bustanussalatin dan Lapangan Blangpadang yang berada di pusat kota Banda Aceh.ÃÂ PenelitianÃÂ ini bertujuanÃÂ untukÃÂ mengevaluasi kondisi eksisting RTH Taman Bustanussalatin dan Lapangan Blangpadang dalam hal fungsi ekologisnya serta memberikan rekomendasi desain untuk meningkatkan kualitas fungsi ekologis RTH ÃÂ Taman Bustanussalatin dan Lapangan Blangpadang diÃÂ masaÃÂ yangÃÂ akanÃÂ datang. Aspek yang dikajiÃÂ terkait fungsiÃÂ ekologisÃÂ ruang terbuka hijau adalah suplai oksigen, penyerapan karbon dioksida, dan penyimpanan air tanah serta elemen keras dan elemen lunak yang menunjang fungsi ekologis RTH. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui fungsiÃÂ ekologisÃÂ taman pusat kota Banda Aceh yaitu belum memenuhi kecukupan kebutuhan minimum fungsi ekologis dalam hal suplai oksigen. Sedangkan dalam hal penyerapan karbon dioksida dan penyimpanan air tanah kedua taman ini memiliki kelebihan luas eksisting. Serta elemen taman belum menunjang fungsi ekologisnya.ÃÂ