Penerapan Ciri Khas Arsitektur Tradisional Rumoh Aceh Pada Desain Bangunan Kantor Gubernur Provinsi Aceh ditinjau Berdasarkan Aspek Fungsi
DOI :
Date : 29 September 2022
Seiring Perkembangan yang berlangsung di Kota Banda Aceh saat ini menunjukkan berbagai kemajuan, termasuk dalam sektor pembangunan, diantaranya terwujudnya berbagaiÃÂ gedung perkantoran baru baikÃÂ milik pemerintah maupun milik swasta. BeberapaÃÂ bangunanÃÂ kantorÃÂ milik pemerintah telah dibangun dengan bentukan fisik yang memadukanÃÂ elemen arsitektur tradisional dan modern dengan tujuan menguatkan identitas khas arsitektur tradisional Aceh seperti Kantor Gubernur Provinsi Aceh. Sementara itu banyak juga bangunan baru yang dibangun tanpa identitas khas arsitektur tradisional Aceh, seperti Kantor Walikota Banda Aceh dan Meuligoe Wali Nanggroe. Permasalahan yang timbulÃÂ dalam memadukanÃÂ elemen arsitektur tradisional dan modern adalah kemungkinan ada yang berhasil menghadirkan bangunan dengan identitasÃÂ arsitekturÃÂ tradisional yang saratÃÂ makna, namun adaÃÂ pulaÃÂ yang tidak berhasil. Hasil penelitian ini menunjukkan berdasarkan tinjauan arsitektur pada aspek fungsi, desain Kantor Gubernur Aceh sebagian terlihat tidak sepenuhnya menerapkan berbagai ciri khas dan makna kearifan lokal sebagaimana yang terdapat pada arsitektur Rumoh Aceh sebab terjadinya pergeseran dan penyesuaian kembali terhadap perkembangan zaman modern saat ini.Kata Kunci: Kearifan lokal, kantor pemerintah, arsitektur tradisional, arsitektur modern, rumoh Aceh