Persepsi Masyarakat Terhadap Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Desa Tingkem Kecamatan Blangjerango Kabupaten Gayo Lues
DOI : DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20208
Date : 1 May 2022
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat dalam program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) serta menganalisis faktor-faktor ekonomi yang mempengaruhi persepsi masyarakat dalam program rehabilitasi hutan dan lahan di Desa Tingkem Kecamatan Blaangjerango Kabupaten Gayo Lues. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuisioner serta metode kualitatif.Selanjutnya survey dilakukan kepada 20 responden yang dilakukan di Desa Tingkem Kecamatan Blangjerango Kabupaten Gayo Lues. Hasil penelitian menunjukkan tingkat persepsi masyarakat terhadap kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) berdasarkan dari hasil tertinggi yaitu, kurang setuju 8,7ÃÂ dari 20 responden dan 10 pertanyaan, sangat setuju 2,6 setuju 5,8 dan tidak setuju 3,1. Dari hasil persentase masyarakat lebih banyak menjawab kurang setuju karena lokasi kurang jelas atau kurangnya sosialisasi dan pihak pendamping yang terlibat dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan,serta ketidak sesuaian jenis yang dibutuhkan masyarakat.Kata Kunci :persepsi, rehabilitasi hutan dan lahan,persentaseÃÂ (COMMUNITY PERCEPTION OF FOREST AND LAND REHABILITATION ACTIVITIES (RHL)IN TINGKEM VILLAGE, BLANGJERANGO DISTRICT, GAYO LUES DISTRICT)ÃÂ Abstract This study aims to describe the community's perception of the forest and land rehabilitation program (RHL) and analyze the economic factors that influence the community's perception of the forest and land rehabilitation program in Tingkem Village, Blaangjerango District, Gayo Lues Regency. This research was conducted using a questionnaire method and a qualitative method. Furthermore, the survey was conducted to 20 respondents who were conducted in Tingkem Village, Blangjerango District, Gayo Lues Regency. The results showed the level of community perception of forest and land rehabilitation activities (RHL) based on the highest results, namely, disagree 8.7 out of 20 respondents and 10 questions, strongly agree 2.6 agree 5.8 and disagree 3.1.From the results, the percentage of people who answered more or less agreed because the location was unclear or lacked socialization and the facilitators involved in forest and land rehabilitation activities, as well as the incompatibility of the types needed by the community.Keywords: perception, forest and land rehabilitation, percentagePenelitianinibertujuanuntukmendeskripsikanpersepsimasyarakatdalamprogramrehabilitasihutandanlahan(RHL)sertamenganalisisfaktor-faktorekonomiyangmempengaruhipersepsimasyarakatdalamprogramrehabilitasihutandanlahandiDesaTingkemKecamatanBlaangjerangoKabupatenGayoLues.Penelitianinidilakukandenganmetodekuisionersertametodekualitatif.Selanjutnyasurveydilakukankepada20respondenyangdilakukandiDesaTingkemKecamatanBlangjerangoKabupatenGayoLues.Hasilpenelitianmenunjukkantingkatpersepsimasyarakatterhadapkegiatanrehabilitasihutandanlahan(RHL)berdasarkandarihasiltertinggiyaitu,kurangsetuju8,7dari20respondendan10pertanyaan,sangatsetuju2,6setuju5,8dantidaksetuju3,1.Darihasilpersentasemasyarakatlebihbanyakmenjawabkurangsetujukarenalokasikurangjelasataukurangnyasosialisasidanpihakpendampingyangterlibatdalamkegiatanrehabilitasihutandanlahan,sertaketidaksesuaianjenisyangdibutuhkanmasyarakat.KataKunci:persepsi,rehabilitasihutandanlahan,persentase