Penggunaan Bahan Bakar Ampas Sereh Wangi Sebagai Bahan Bakar Alternatif untuk Penyulingan Sereh Wangi

Publication Name : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

DOI : DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22182

Date : 1 Desember 2022


Sereh wangi (Cymbopogen nardus) adalah salah satu jenis penghasil minyak atisri yang bernilai sangat tinggi. Sereh wangi di Gayo Lues adalah salah satu komoditas yang paling banyak diminati oleh masyarakat sekitar. Penyulingan sereh wangi di Gayo Lues umumnya mengunakan sistem uap dan air dan bahan bakar yang digunakan adalah bahan bakar kayu pinus (Pinus merkusii). Hal ini yang menjadi ancaman terhadap vegetasi hutan pinus, sehingga perlu alternatif yang mengalihkan masyarakat dari kebutuhan kayu bakar menjadi bahan altenatif ampas sereh wangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat rendemen penyulingan sereh wangi dalam sekali suling dan menentukan bahan bakar yang paling efesien. Penyulingan sereh wangi pada penelitian yang dilakukan di Desa Tran Aih Selah di ketel suling berkapasitas 800-900 kg bahan daun sereh wangi dan tungku di desain untuk penggunaan bahan bakar ampas sereh wangi. Rata-rata hasil penyulingan minyak sereh wangi dari setiap uji penyulingan dengan bahan bakar alternatif ampas sereh wangi (Cymbopogen nardus) adalah 6,4 kg dengan rendemen 0,70 % dan uji penyulingan bahan bakar kayu pinus (Pinus merkusii) rata-rata minyak sereh wangi yang dihasilkan sebanyak 5,2 kg dengan rendemen 0,58%. Rendemen yang dihasilkan paling banyak dan penyulingan sereh wangi lebih menguntungkan dalam menggunakan bahan bakar adalah menggunakan  ampas sereh wangi dibandingkan dengan bahan bakar kayu. Penyulingan dengan bahan bakar ampas sereh wangi lebih efesien dibandingkan dengan bahan bakar kayu (pohon pinus). Penggunaan bahan bakar ampas sereh wangi dapat mengurangi kebutuhan bahan bakar kayu yang menyebabkan pengurangan vegetasi hutan pinus. Penggunaan bahan bakar ampas sereh wangi lebih menguntungkan dari pada pengunaan kayu bakar dilihat dari segi biaya, kayu bakar memerlukan biaya Rp 500.000 untuk mendapatkan sekitar 26 kg minyak sereh wangi, sebaliknya menggunakan ampas sereh wangi tanpa biaya dan ramah lingkungan.

Author Order
3 of 3
Year
2022
Source
Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Page
1162-1171