REVITALISASI TAMAN GHAIRAH SEBAGAI KAWASAN CAGAR BUDAYA DI KOTA BANDA ACEH
DOI : DOI: 10.26905/jam.v24i1.8945
Date : 30 April 2023
Taman Ghairah merupakan salah satu bagian dari Istana Darud Duniya Kerajaan Aceh Darussalam yang didokumentasikan oleh Nuruddin Ar-Raniry dalam kitabnya yaitu Bustanussalatin. Menurunnya fungsi dan nilai sejarah dari Taman Ghairah menjadikan taman ini mulai dilupakan dan hilang dari ingatan sebagian besar masyarakat Kota Banda Aceh. Taman Ghairah ini sekarang lebih dikenal dengan Taman Sari Gunongan dan Taman Putro Phang. Oleh karena itu, lokasi penelitian ini berfokus pada salah satu taman ini, yaitu Taman Putro Phang yang berada di Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana ingatan masyarakat Kota Banda Aceh akan keberadaan dan bentuk Taman Ghairah, serta cara merevitalisasi Taman Putro Phang yang merupakan bagian dari Taman Ghairah sebagai kawasan cagar budaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Pinto Khop yang berada di Taman Putro Phang merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang merupakan bagian dari Taman Ghairah, dimana bentuk serta kondisinya yang sudah tidak utuh dan tidak sama lagi seperti pada masa lalu, sehingga sudah mulai dilupakan oleh sebagian besar masyarakat Kota Banda Aceh. Hal ini dapat dijadikan alasan mengapa taman ini perlu divitalkan kembali sebagai salah satu kawasan cagar budaya yang pernah eksis pada masa Kerajaan Aceh Darussalam serta menguatkan kembali nilai penting yang terkandung didalamnya, dan mengembalikan lagi kondisi yang ada di masa lalu pada lingkungan Taman Putro Phang yang merupakan bagian dari Taman Ghairah. Dengan demikian, penelitian ini menghasilkan rekomendasi berupa konsep revitalisasi Taman Putro Phang.Kata kunci: Kawasan Cagar Budaya, Taman Ghairah, dan Revitalisasi Taman Putro Phang