Variasi morfometrik tiga jenis kepiting biola jantan (Decapoda: Ocypodidae) yang ditangkap di Kawasan Mangrove Jaboi, Pulau Weh, Indonesia
DOI : DOI: 10.13170/depik.9.3.16887
Date : 30 Desember 2020
The objective of the present study was to analyzeÃÂ theÃÂ morphometrics variation of threeÃÂ maleÃÂ fiddler crabÃÂ speciesÃÂ collected from JaboiÃÂ mangrove area,ÃÂ WehÃÂ island, Indonesia.ÃÂ A total ofÃÂ 50ÃÂ maleÃÂ fiddler crabÃÂ speciesÃÂ fromÃÂ eachÃÂ speciesÃÂ (Tubuca dussumieri, Gelasimus vocansÃÂ andÃÂ Austruca perplexa)ÃÂ were collected from three researchÃÂ stationÃÂ used digging methodÃÂ and direct capture. The number ofÃÂ morphologicalÃÂ characters that measuredÃÂ wasÃÂ 18ÃÂ characters.ÃÂ The water quality and soil parametersÃÂ observed wereÃÂ salinity, pHÃÂ of water and soil,ÃÂ water temperature,ÃÂ C-organicÃÂ concentration in substrateÃÂ andÃÂ sediment type.ÃÂ ANOVA (confidence interval ofÃÂ 95%)ÃÂ andÃÂ Discriminant Function AnalysisÃÂ was used forÃÂ analizing the morphometric variation beetwen species.ÃÂ The results showed that the mangrove area of Jaboi, Weh island provides a suitable habitat characteristic for male fiddler crab.ÃÂ Tubuca dussumieri and Gelasius vocans tend distributed in the area with sediment type of mud, while Austruca perplexa tends distributed in the area with sediment type of sand. The result of statistical analysis showed that there wereÃÂ tenÃÂ separate characters between Tubuca dussumieri and Gelasimus vocans, 17 separate characters between Tubtubuca dussumieri and Austruca perplexa, and 13 separate characters between Gelasimus vocans and Austruca perplexa.ÃÂ Morphometrics variation can be observedÃÂ inÃÂ the carapace, propodus, mouth,ÃÂ walking legs, and eyeÃÂ stalks.Keywords:Morphometric variationCarapacs lengthBig propudusSmall propudusWalking legsABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi morfometrik tiga jenis kepiting biola jantan yang ditangkap di kawasan mangrove Jaboi Pulau Weh, Indonesia.ÃÂ Sebanyak 50 ekor kepiting biola jantan dari masing masing jenis (Tubuca dussumieri,ÃÂ Gelasimus vocansÃÂ danÃÂ Austruca perplexa) dikoleksi dari tiga titik stasiun penelitian menggunakan metodeÃÂ diggingÃÂ dan pengambilan langsung. Jumlah karakter morfometrik kepiting jantan yang diukur adalah sebanyak 18 karakter. Parameter kualitas air dan tanah yang diukur meliputi salinitas, pH air, pH tanah, suhu air, kandungan C-organik subtrat dan tipe sedimen. Analisis terhadap data morfometrik dilakukan menggunakan ANOVA (selang kepercayaan 95%) danÃÂ Discriminant Function Analysis. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kawasan mangrove Jaboi, Pulau Weh memiliki karakteristik habitat yang sesuai bagi kepiting biola.ÃÂ Tubuca dussumieriÃÂ danÃÂ Gelasimus vocansÃÂ cenderung terdistribusi pada wilayah dengan persentase tipe sedimen lumpur yang lebih tinggi, sementaraÃÂ Austruca perplexaÃÂ cenderung terdistribusi pada wilayah dengan persentase tipe sedimen pasir yang lebih tinggi. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat 10 karakter pembeda antaraÃÂ Tubuca dussumieriÃÂ denganÃÂ Gelasimus vocans, 17 karakter pembeda antaraÃÂ Tubtubuca dussumieriÃÂ denganÃÂ Austruca perplexaÃÂ dan 13 karakter pembeda antaraÃÂ Gelasimus vocansÃÂ denganÃÂ Austruca perplexa.ÃÂ Variasi morfometrik tersebut dapat terlihat pada bagian karapas, capit, mulut, kaki gerak dan tangkai mata.Kata kunci:Variasi morfometrikPanjang karapasCapit besarCapit kecilKaki gerak