PENINGKATAN KETRAMPILAN MAHASISWA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DAN KOTORAN TERNAK UNTUK MEWUJUDKAN GREEN CAMPUS DI KAMPUS PSDKU KABUPATEN GAYO LUES

Publication Name : Peternakan Abdi Masyarakat (PETAMAS)
Publisher : Departemen of Animal Science, Agriculture Faculty, Syiah Kuala University

DOI : DOI: 10.24815/petamas.v5i1.44761

Date : 2 June 2025


AbstractThe activity of managing organic waste as a manifestation of achieving a Green Campus is one of the efforts to create a better environment that can benefit the community, especially those living near the campus area. Effective Microorganisms (EM-4) is a mixture of beneficial microorganisms used to improve soil quality, accelerate waste decomposition, reduce environmental pollution, and enhance plant growth. Many plants on campus have suboptimal growth, requiring fertilization. Therefore, it is necessary to engage the campus community, especially students, to produce organic fertilizer by utilizing waste from the campus environment, cafeteria, as well as organic leaf and pine litter waste, so it can be used as compost. More than 95,24% of respondents have never participated in training on compost production. Further training is needed to ensure the target audience better understands waste management.Kegiatan pengelolaan sampah organik merupakan perwujudan untuk menuju Green Campus merupakan salah satu kegiatan untuk mewujudkan terciptanya lingkungan yang baik dan dapat dimanfaatkan bagi masyarakat terutama masyarakat yang dekat dengan areal kampus.Effective Microorganisms (EM-4) adalah campuran mikroorganisme yang bermanfaat yang digunakan untuk meningkatkan kualitas tanah mempercepat penguraian sampah, mengurangi polusi lingkungan dan meningkatkan pertumbuhan tanaman Banyak tanaman yang ada dikampus yang kurang optimal pertumbuhan sehingga perlu pemupukan. Untuk itu perlu mengajak masyarakat kampus khususnya mahasiswa untuk membuat pupuk organik dengan memanfaatkan sampah yang ada di lingkungan kampus atau kantin, kotoran ternak dan sampah organik daun kayu dan seresah pinus sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. Lebih 95,24% responden yang tidak pernah mengikuti dalam pelatihan tentang pembuatan kompos. Perlu pelatihan lebih lanjut sehingga sasaran lebih paham terhadap pengelolaan sampah tersebut.

Author Order
11 of 11
Year
2025
Source
Vol 5, No 1 (2025): Volume 5, Nomor 1, Juni 2025
Page
1-5