Pendidikan Tauhid Menurut Ibnu Taimiyah Dan Muhammad Suwaid
DOI : DOI: 10.30651/td.v8i2.4293
Date : 12 February 2020
Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali tentang konsep tauhid danpembelajarannya menurut Ibnu Taimiyah dan Muhammad Suwaid. Penelitianiniadalah penelitian kualitatifdengan jenis penelitian pustaka, dan teknikanalisis datanya menggunakan induktif dan deduktif. Temuan penelitian inidapat disimpulkan: pertama,TauáúâÂÂÃÂîd menurut Ibn Taimiyah adalah mengesakanAllah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan Allah, baik dalam rububiyah,uluhiyah maupun asmaââÂ¬à ¸ dan shifat. Kedua, Hubungan antara ketiga jenis tauáúâÂÂÃÂîdtersebut adalah dalam bentuk korelatif dan komprehensif. Oleh karena itu,tauáúâÂÂÃÂîdrububiyah merupakan keharusan dari tauáúâÂÂÃÂîduluhiyah, sedangkantauáúâÂÂÃÂîdrububiyah merupakan mukaddimahdari tauáúâÂÂÃÂîduluhiyah.AdapuntauáúâÂÂÃÂîdasmaââÂ¬à ¸ wa sifat, maka turut terkandung di dalamnya pula kedua jenistauáúâÂÂÃÂîd tersebut, artinya orang yang mengesakan Allah dengan segala yangdimiliki-Nya dari al-asmaââÂ¬à ¸ al-husna dan sifat yang mulia yang tidak dimilikikecuali oleh-Nya maka dengan sendirinya ia mengakui tauáúâÂÂÃÂîdrububiyah danuluhiyah.Ketiga, metode pendidikan tauáúâÂÂÃÂîd menurut Suwaid, harus melaluibeberapa tahapan pendidikan, yaitu pendiktean, pemahaman, kepercayaan(i'tiqad), keyakinan, dan pembenaran dengan pengamalan dan pengorbanan.Hal itu karena pendidikan tauáúâÂÂÃÂîd lebih banyak berkaitan dengan perkaraperkarayang ghaib yang menuntut untuk lebih mendahulukan keimanandaripada akal agar menjadi pribadi-pribadi yang bertakwa kepada Allah.Kata Kunci: Konsep, Tauhid, Ibnu Taimiyah, Suwaid