Teaching with Love: A QurâÂÂanicâÂÂHumanistic Framework for Teacher Formation
DOI : DOI: 10.20414/elhikmah.v19i2.14595
Date : 15 Desember 2025
Abstrak: Pendidikan kontemporer seringkali memprioritaskan pencapaian kognitif dan kompetensi teknis sambil mengesampingkan dimensi afektif, etis, dan spiritual dalam pembelajaran. Ketidakseimbangan ini telah berkontribusi pada terciptanya ruang kelas yang jauh secara emosional dan melemahnya hubungan guru-murid. Artikel ini mengkonseptualisasikan gagasan menjadi guru yang dicintai melalui kerangka pedagogis pengajaran dengan cinta dan kasih sayang dengan mengintegrasikan psikologi pendidikan, filsafat pendidikan, dan pedagogi Al-Qur'an. Dengan menggunakan pendekatan konseptual kualitatif, studi ini menganalisis pemikiran filosofis klasik, teori pembelajaran kontemporer, dan tradisi pendidikan Islam, termasuk tafsir Al-Qur'an klasik. Analisis menunjukkan bahwa cinta (maḥabbah), perhatian (riâÂÂÃÂyah), dan pengajaran berbasis hati (taâÂÂlëm bi al-qalb) bukanlah sekadar disposisi emosional tetapi merupakan keharusan pedagogis dan etis yang mendasar. Guru yang mewujudkan nilai-nilai ini menumbuhkan keamanan emosional, motivasi intrinsik, perkembangan moral, dan perkembangan manusia secara holistik yang mencakup dimensi intelektual, emosional, dan spiritual. Kata kunci: guru tercinta; mengajar dengan penuh kasih sayang; pedagogi Al-Qur'an; pendidikan Islam; pembelajaran humanistik Abstract: Contemporary education frequently prioritizes cognitive achievement and technical competence while marginalizing affective, ethical, and spiritual dimensions of learning. This imbalance has contributed to emotionally distant classrooms and weakened teacherâÂÂstudent relationships. This article conceptualizes the notion of becoming a beloved teacher through the pedagogical framework of teaching with love and affection by integrating educational psychology, philosophy of education, and QurâÂÂanic pedagogy. Employing a qualitative conceptual approach, this study analyzes classical philosophical thought, contemporary learning theories, and Islamic educational traditions, including classical QurâÂÂanic exegesis. The analysis demonstrates that love (maḥabbah), care (riâÂÂÃÂyah), and heart-based teaching (taâÂÂlëm bi al-qalb) are not merely emotional dispositions but constitute fundamental pedagogical and ethical imperatives. Teachers who embody these values foster emotional security, intrinsic motivation, moral development, and holistic human flourishing encompassing intellectual, emotional, and spiritual dimensions.