TINGKAT STRES MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN DALAM MENGHADAPI TOEFL SEBAGAI SYARAT UJIAN SKRIPSI
DOI :
Date : 21 October 2016
Kegagalan dan ketidaksiapan mahasiswaàuntuk mencapai skor TOEFL yang di tetapkan Universitas Syiah Kuala masih menjadi masalah yang serius. Berdasarkan data tahun 2012-2015 dari 22.776 mahasiswa Unsyiahàyang mengikuti TOEFL hanya 17% yang mendapatkan skor âÂÂ¥ 450. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stres mahasiswa keperawatanàdalam menghadapi TOEFL sebagai syarat mengikuti ujian skripsi di Universitas Syiah Kuala. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasinya seluruh mahasiswa keperawatan semester akhir angkatan 2012 reguler A. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan metode cross sectional. Penelitian dilakukan terhadap 74 responden. Alat pengumpulan dataàmerupakan hasil modifikasi dariàkuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS 42) àyang terdiri dari 42 item pernyataan dimodifikasi menjadi 38 item pernyataan. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 6-22 Juni 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres mahasiswa keperawatan dalam menghadapi TOEFL sebagai syarat mengikuti ujian skripsi di Universitas Syiah Kuala sebanyak 43 responden (58,1%) mengalami tingkat yang ringan dan sebanyak 31 responden (41,9%) mengalami tingkat stres yang berat, sehingga dapat disimpulkan sebagian mahasiswa berada pada kategori stres ringan. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan kepada Fakultas Keperawatan untuk meningkatkan pembelajaran tentang TOEFL, baik secara intra maupun ekstrakurikuler bagi mahasiswa khususnya mahasiswa tingkat akhir. Bagi para mahasiswa disarankan untuk melakukan persiapan-persiapan TOEFL yang tidak hanya didapatkan dari proses pembelajaran di Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala melainkan juga dari luar kampus secara mandiri.