Prevalensi, Distribusi, dan Faktor Risiko Parasit Zoonotik Potensial pada Tikus (Rattus norvegicus) di Zona Buffer dan Perimeter Pelabuhan Sabang

Publication Name : Jurnal Sain Veteriner
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

DOI : DOI: 10.22146/jsv.116400

Date : 30 April 2026


Tikus ( Rattus norvegicus ) berperan sebagai hewan reservoir parasit zoonotik terutama di kawasan pelabuhan dengan aktivitas manusia dan operasional logistik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis parasit zoonotik yang berpotensi menginfeksi tikus, mengetahui kepadatan tikus di zona penyangga dan perimeter Pelabuhan Sabang, serta menganalisis hubungan antara faktor lingkungan dengan keberadaan tikus. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan metode purposive sampling . Sebanyak 64 ekor tikus berhasil ditangkap menggunakan perangkap hidup. Pemeriksaan parasit dilakukan melalui metode sentrifugasi, modifikasi Ziehl–Neelsen , gerusan organ, dan identifikasi ektoparasit, sedangkan analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-square , uji Fisher, serta perhitungan Relative Risk (RR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan relatif tikus di Pelabuhan Sabang tergolong tinggi dengan kepadatan tertinggi pada CT2 (27,14%), diikuti Kawasan Penyangga 1 (22,86%), Kawasan Penyangga 2 (14,29%), CT1 (14,29%), dan CT3 (12,86%). Parasit yang teridentifikasi meliputi Hymenolepis nana (18,8%), Hymenolepis diminuta (14,1%), Strongyloides spp. (28,1%), Capillaria hepatica (10,9%), ooista Isospora sp. (4,7%), serta ektoparasit Xenopsylla cheopis (9,4%) dan Ornithonyssus sp. (35,9%). Faktor lingkungan yang berhubungan signifikan dengan keberadaan tikus adalah kondisi drainase, keberadaan sisa pangan, kondisi Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dan celah akses ( ρ < 0,05). Dalam pendekatan One Health , temuan ini menunjukkan bahwa faktor sanitasi dan kondisi fisik lingkungan berperan penting dalam menentukan kepadatan tikus serta potensi risiko parasit zoonotik di Kawasan Pelabuhan Sabang.Â

Author Order
null
Year
2026
Source
Vol 44, No 1 (2026): April
Page
103-114