SISTEM PERBENIHAN PADI DI SULAWESI BARAT
DOI :
Date : 29 November 2016
Inovasi teknologi yang diandalkan dalam peningkatan produktivitas padi adalah varietas unggul berdaya hasil tinggi. Pada saat ini masih banyakàpetani yang belum menggunakan benih padi bermutu atau bersertifikat. Salah satu penyebabnya adalah tidak tersedianya benih bermutu àpada saat diperlukan. Untuk memenuhi kebutuhan benih secara âÂÂenam tepatâ diperlukan sistem perbenihan yang ideal dengan menata regulasi perbenihan yang ada di Sulawesi Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah, peluang, dan kekuatan perbenihan dalam menata regulasi perbenihan di Sulawesi Barat. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) Produktivitas dan produksi padi di Sulawesi Barat masih berpotensi untuk ditingkatkan dari 3,82 ton per ha menjadi delapan ton per ha melalui penggunaan benih bermutu, penggunaan varietas unggul baru, penerapan teknologi produksi, penanganan panen dan pascapanen yang tepat serta pembinaan penangkar atau produsen benih di setiap daerah; (2) Kebutuhan benih di Provinsi Sulawesi Baratàsetiap tahun berkisar 2.484,183 ton dengan asumsi 30 kg per ha, sedangkan kemampuan produksi oleh lembaga produsen benih hanya 1.231 ton per tahun; (3) Beberapa kendala yang menjadi permasalahan dalam peningkatan kinerja penangkar/lembaga penyediah benih antara lain: (a) Kapasitas sumberdaya manusia pelaksana sangat rendah, baik kuantitas maupun kualitas, (b) bangunan dan peralatan tidak terawat dengan baik sehingga kurang berfungsi dengan baik, (c) tidak tersedianya sarana dan prasarana dalam memproduksi benih sumber