Analisis Kearifan Lokal Dan Pengembangannya Terhadap Pariwisata Di Kecamatan Sukakarya Kota Sabang
DOI : DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9171
Date : 1 November 2018
Abstrak. Kearifan lokal sebagai objek dalam penelitian ini di gunakan untuk melihat dua segi yaitu segi fisik dan nonfisik, dari segi fisik meliputi makanan tradisional, cindera mata ,permainan tradisional, keahlian hidup. Segi nonfisik adalah peraturan atau norma-norma adat, seni dan budaya yang ada di kecamatan Sukakarya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melestarikan nilai kearifan lokal yang ada di kota Sabang dan dikembangkan kedalam bidang pariwisata mencakup bidang ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan.ÃÂ Model analisis yang digunakan yaitu model analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk mengetahui gambaran umum mengenai kearifan lokal dan pengembangannya terhadap pariwisata di Kecamatan Sukakarya Kota Sabang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, FGD dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa . Kearifan lokal yang terdapat di kecamatan Sukakarya dari segi nonfisik berupa norma,qanun dan budaya masih terjaga dengan baik. Kearifan lokal dari segi fisik seperti makanan tradisonal sudah mulai hilang di kalangan masyarakat, ini disebabkan oleh bahan baku yang sulit didapat. Sedangkan permainan tradisional tidak lagi di mainkan oleh warga lokal karena mereka lebih tertarik dalam kegiatan pariwisata yang menghasilkan uang dan dapat menambah pendapatan mereka.Kata kunci: Kearifan lokal, ÃÂ Pengembangan Pariwisata, Ekonomi, Sosial dan Budaya. ÃÂ Abstract. Local wisdom as an object in this study is used to see two aspects of physical and nonphysical. in terms of physical include traditional food, souvenirs, traditional games, life skills. Non-physical aspect is the rules or norms of adat, art and culture that exist in Sukakarya district. The purpose of this study is to preserve the value of local wisdom in the city of Sabang and developed into the field of tourism covering the economic, socio-cultural, and environmental. The analysis model used is descriptive analysis model with qualitative approach to know the general description of local wisdom and its development to tourism in Sukakarya district of Sabang City. Data collection techniques used interview, observation, FGD and documentation. Data analysis using interactive analysis model from Miles and Huberman. The results of the research show that. Local wisdom found in Sukakarya district in terms of nonphysical form of norms, qanun and culture is still well preserved. Local wisdom from a physical point of view such as traditional food has begun to disappear among the people, this is caused by hard-to-find raw materials, While traditional games are no longer played by locals as they are more interested in tourism activities that generate money and can supplement their income.Keywords: Local Wisdom, Tourism Development, Economics, Social and Culture