IMPLEMENTASI PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA DALAM PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) PENYELENGGARA PELAYANAN KESEHATAN PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN BENER MERIAH
DOI : DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v%vi%i.13023
Date : 1 July 2019
The aim of this study is to analyze the implementation of performance-based budgeting inÃÂÃÂ achieving minimum service standards (MSS) based on the mechanisms of performance-basedÃÂÃÂ budgeting, constraints the obstacles, strategies, and evaluation towards the achievement of MSS.ÃÂÃÂ The research method employed in this study was qualitative method with case study approach. TheÃÂÃÂ research was conducted to 7 respondents, the respondents were directly involved in performance basedÃÂÃÂ budgeting minimum service standar. The study found that the implementation ofÃÂÃÂ performance-based budgeting to achieve MSS refers to the regulation as outlined in the MediumÃÂÃÂ Term Development Plan, the Strategy Plan, and Work Plan. There were some obstacles andÃÂÃÂ challenges faced in achieving MSS i.e. limited human resources due to the lack of understanding ofÃÂÃÂ about Indicators of MSS, limited budget, and weak evaluation towards the implementation of theÃÂÃÂ program. The strategies used to achieve MSS was taken by drawing the descriptions the progressÃÂÃÂ of target achievement, identifying of needs analysis, determining achievement targets, organizingprograms and activities, determining budget requirements, and conducting monitoring andÃÂÃÂ evaluation. The evaluation of the results of MSS achievement can be done at the stage of theÃÂÃÂ planning, implementation, and post-implementation of the activities. It is recommendent that theÃÂÃÂ local government should improve the quality of human resources by providing a training,ÃÂÃÂ allocating adequate budget and evaluating the achievement the MSS, as well as having goals,ÃÂÃÂ strategies, and targets in order to achieve MSS.Keywords: Implementation, Performance Based Budgeting, Minimum Service StandardsAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penganggaran berbasis kinerjaÃÂÃÂ dalam mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM) dilihat dari mekanisme penyusunan anggaranÃÂÃÂ berbasis kinerja, kendala dan hambatan dalam pencapaian SPM, strategi dalam pencapaian SPM,ÃÂÃÂ dan evaluasi capaian SPM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodeÃÂÃÂ kualitatifÃÂÃÂ dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan terhadap 7 responden yang terlibatÃÂÃÂ langsung dalam penyusunan anggaran berbasis kinerja dalam pencapaian Standar PelayananÃÂÃÂ Minimla. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penganggaran berbasis kinerja dalamÃÂÃÂ pencapaian SPM mengacu pada peraturan perundang-undangan yang dituangkan dalam RPJMD,Rencana Strategis dan Rencana Kerja. Kendala dan tantangan dalam pencapaian SPM yaituÃÂÃÂ Sumber Daya Manusia (SDM) yang kurang memahami tentang indikator capaian SPM danÃÂÃÂ penyusunan anggaran berbasis kinerja, anggaran yang kurang dan pelaksanaan evaluasi yangÃÂÃÂ rendah. Strategi yang dilakukan untuk pencapaian SPM adalah melakukan diskripsi kondisiÃÂÃÂ capaian SPM, melakukan identifikasi analisa kebutuhan, penentuan target capaian SPM,penyusunan program dan kegiatan, penyusunan kebutuhan anggaran, dan melakukan monitoringÃÂÃÂ dan evaluasi. Evaluasi hasil pencapaian SPM dapat dilakukan pada tahap perencanaan,ÃÂÃÂ pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan kegiatan. Direkomendasikan kepada pemerintah daerah untukÃÂÃÂ dapat meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan, menyedikan anggaran yang cukup dan melakukanÃÂÃÂ evaluasi dalam pencapaian SPM serta mempunyai sasaran, strategi dan target dalam pencapaian SPM.Kata kunci: Impelementasi , Penganggaran Berbasis Kinerja, Standar Pelayanan Minimal